Kartu adalah sebuah objek kecil tipis datar, umumnya terbuat
dari kertas tebal atau plastik. Kartu dapat mengacu kepada:
§ Kartu bisnis, sebuah kartu
berukuran dompet yang mencantumkan informasi kontak seseorang
§
Kartu kredit,
sebuah kartu plastik untuk pemesanan barang/jasa secara kredit
§
Kartu debit,
sebuah kartu plastik untuk pemesanan barang/jasa menggunakan uang dari sebuah
akun bank
§
Kartu
ekspansi atau kartu komputer adalah peralatan keras komputer
yang dipasangkan ke papan induk
§
Kartu identitas, sebuah
dokumen identitas
§
Kartu
permainan, sebuah kartu yang digunakan untuk permainan
§
Kartu pos,
sebuah kartu untuk mengirim pesan tanpa menggunakan amplop
§
Kartu SIM,
sebuah kartu pintar yang digunakan dalam ponsel
§
Kartu pintar,
sebuah kartu plastik yang memiliki chip komputer
§
Kartu ucapan,
secara konvensional berupa selembar kartu yang dilipat dua dengan bagian dalam
berisi ucapan selamat atau pesan yang ditujukan kepada penerima.
Sekarang yang akan kita bahas mengenai kartu
permainan. Kartu
permainan atau lebih dikenal dengan kartu remi, adalah sekumpulan kartu seukuran
tangan yang
digunakan untuk permainan kartu. Kartu ini sering juga digunakan untuk hal-hal lain, seperti sulap, enkripsi, permainan papan, dan pembuatan rumah kartu. Kata “remi” itu
sendiri sebenarnya adalah nama salah satu permainan kartu.
Ada 1001 macam permainan
kartu. Setiap negara, bahkan wilayah suatu negara, memiliki jenis permainannya
sendiri. Di Indonesia, akrab dengan
istilah permainan “41”, “remi”, “cangkulan”, dsb. Namun, yang
populer di banyak negara misalnya poker, canasta, blackjack, casino, solitaire, bridge, dengan jumlah pemain
yang bisa berbeda-beda.
Solitaire dan bridge
barangkali lebih familiar ketimbang yang lain. Solitaire, yang sudah dimainkan
orang sejak ratusan tahun lalu - dan banyak jenisnya - itu dimainkan sendirian,
terutama untuk mengisi waktu luang. Jangan heran kalau menjelang jam kerja
berakhir di kantor-kantor, mudah dijumpai karyawan memainkannya di layar komputer pribadi (PC), bukan dengan kartu betulan. Maklum, solitaire
menjadi program game standar yang di-install di PC.
Sedangkan bridge yang harus dimainkan oleh 4 orang - biasanya berpasangan - bahkan menjadi salah
satu nomor andalan bagi tim Indonesia dalam dunia olahraga untuk
meraih kemenangan dalam suatu turnamen bridge
internasional.
Satu pak kartu remi berisi 52 lembar. Dibagi menjadi 4 suit atau
jenis kartu (Spade, Heart, Diamond, Club), masing-masing terdiri atas 13 kartu (dari As, 2, 3, dst. sampai King). Plus kartu
tambahan berupa dua kartu joker, hitam dan merah.
Kapan dan siapa penemu kartu
remi tidak diketahui secara pasti. Diduga embrionya berasal dari daratan Cina atau
Hindustan (India) sekitar tahun 800. Bagaimana
ceritanya sampai bisa masuk ke Eropa pun agak
samar-samar. Mungkin dibawa oleh para pedagang, tentara, atau suku-suku nomaden. Yang jelas, jenis permainan kartu ini - entah
datang dari Timur, Mesir, atau Arab - muncul di Italia kira-kira
akhir tahun 1200-an. Setelah itu
menyebar ke Jerman, Perancis, dan Spanyol.
Sejumlah ahli sejarah menduga,
kartu permainan itu hasil evolusi dari sejenis permainan catur yang
dimainkan oleh paragembala di Asia Barat. Sambil menggembala, mereka bermain catur memakai kerikil. Ahli lain
berpendapat, permainan kartu merupakan evolusi dari semacam upacara untuk berkomunikasi dengan para dewa. Empat batang
tongkat atau anak panah yang sudah ditandai dengan empat simbol berbeda,
dilemparkan ke atas altar. Tongkat mana yang jatuh, itulah yang diinterpretasikan sang pendeta sebagai
titah dewa.
Kartu pertama di Eropa
(Italia) disebut Kartu Tarot (tarrochi) atau tablet nasib karena bentuknya seperti
tablet, dan digunakan antara lain untuk meramal nasib. Tarot tertua berasal
dari tahun 1470 di
Lombardy. Satu setnya terdiri dari 50 kartu, dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing 10 kartu. Pada permukaannya terukir tema-tema alegori atau mitologi tentang berbagai
aspek kehidupan seperti ilmu, seni, planet, dan sebagainya.
Tarot terus berevolusi. Tarot Venetia jumlahnya
78 kartu, termasuk sebuah kartu - namanya il matto (si pandir) - yang diduga sebagai
cikal-bakalnya joker modern.
Dulu kartu permainan terbatas
dinikmati kaum borjuis atau bangsawan mengingat harganya mahal karena masih buatan tangan
dan gambarnya hasil lukisan. Setelah sistem
cetak dengan kayu ditemukan, kartu menjangkau masyarakat ramai. Produksi makin meningkat setelah ditemukan
teknik cetak dengan plat tembaga. Ditemukannya
proses reproduksi warna dengan teknik litografi di awal 1800-an makin
mendorong munculnya kartu-kartu cantik dari Jerman, Italia, dan Perancis.
Sejarah tidak mencatat siapa
sebenarnya sosok Jack, Queen, dan King pada kartu modern. Namun tokoh pada
kartu-kartu sebelumnya terus berganti dari waktu ke waktu. Pada kartu tua dari
Italia dan Spanyol, keempat kartu King-nya menggambarkan para raja dari
kerajaan besar dunia Abad Pertengahan. Lalu ketika Raja Henry III dari Perancis naik tahta, kostum para bangsawan pada
kartu berubah mengikuti mode di zaman
itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar